Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
Di Tengah Perang, Iraq Juara Asia
Pukul Arab Saudi 1-0
JAKARTA - Jawa Pos Senin, 30 Juli 2007 Iraq mencatat prestasi luar biasa di pentas Piala Asia. Mereka memboyong lambang supremasi sepak bola di Benua Asia dan Australia itu ke Baghdad. Piala yang akan menjadi pelipur lara di tengah kecamuk perang dan kerusuhan di negeri 1001 malam itu mereka rebut setelah di partai final tadi malam memukul Arab Saudi 1-0.
Younis Mahmoud dkk tampil sebagai juara sejati. Tak ada satu pun kawasan Asia dan Australia yang meragukannya. Australia yang bertabur bintang serta diunggulkan sebelum turnamen ini berlangsung, ditekuk 1-3 di babak penyisihan grup. Korsel sebagai tim tertangguh dari kawasan Asia Timur digusur di semifinal. Sementara Vietnam, satu-satunya tim Asia Tenggara yang lolos ke perempat final juga dihajar 0-2. Terakhir, Arab Saudi yang disebut-sebut raja Asia Barat dilumat di partai final.
Iraq memang layak menang. Dalam partai yang disaksikan 60 ribu pasang mata itu, mereka menguasai jalan pertandingan. Gol tunggal diciptakan kapten Younis Mahmud menit ke-71.
Gol itu sekaligus mengantarkan Younis sebagai top scorer dengan koleksi empat gol. Jumlah gol itu sama dengan yang dikantongi Naohiro Takahara (Jepang) dan Yasser Al Qahtani (Arab Saudi).
Bukan hanya itu. Younis yang juga kapten Iraq tersebut didaulat sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen. Sebuah gelar yang melengkapi mahkota juara. "Tak ada gelar pribadi dalam turnamen ini. Semua untuk tim dan yang terpenting untuk semua rakyat Iraq yang mengharapkan kejayaan. Kami hanya bisa merealisasikannya lewat sepak bola," ujar Younis merendah.
Meski demikian, Younis dan kawan-kawan masih belum yakin apakah akan membawa Piala yang mereka banggakan itu kembali ke Iraq. Tak adanya jaminan keselamatan dan keamanan yang melanda negeri mereka menjadi alasan utama.
"Anda tak akan tahu apakah Anda masih bisa hidup atau terbunuh di sana dalam beberapa waktu. Tapi, kemenangan ini kami persembahkan bagi semua rakyat Iraq," tegasnya.
Gema Suporter Iraq
Iraq bagaikan bertanding di kandang sendiri. Sebagian besar penonton Indonesia memberikan simpati. Tak putusnya yel-yel mendukung Iraq menggema di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu.
Suporter asli Iraq sebenarnya tak terlalu banyak. Namun, semangat mereka mendukung tim kesayangannya begitu luar biasa. Iraq… Iraq… Iraq…. Yel-yel itu terus menggema dari sektor 15B dan 15C, tempat mereka berkonsentrasi. Tak henti-henti mereka memberikan dukungan. Suara nafafa (gendang kecil khas Iraq) yang bertalu-talu menambah magis suasana.
Jawa Pos yang berada di tengah-tengah suporter Iraq merasa merinding. Sampai-sampai tanpa sadar ikut meneriakkan yel-yel dan melambai-lambaikan bendera nasional Iraq. Selain mengusung bendera warna merah-putih-hitam dengan tulisan Allahu Akbar diapit tiga bintang ukuran besar dan mini, suporter Iraq mengenakan kaus bertulisan pesan khusus: Freedom. Ada juga yang membentang poster bertulisan I Love Iraq.
Yel-yel dan berbagai atribut tersebut mampu menyihir puluhan ribu penonton di GBK. Bahkan, cukup efektif membakar semangat tanding pemain Iraq. Younis Mahmoud dkk tampil edan. Mereka terus membombardir pertahanan Arab Saudi hingga wasit Mark Alexander (Australia) meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Penampilan pemain Negeri Seribu Satu Malam kian kesetanan sejak para suporter meneriakkan yel-yel "Hah hah, hassah yajii al-awwal. Yel-yel yang mengalun bersahut-sahutan sejak menit ke-30 itu makin melecut daya juang pasukan Assood al-Rafidain (singa dari dua sungai). Sayang, hingga babak pertama berakhir, anak asuh Jorvan Vieira itu belum berhasil menciptakan gol meski menguasai pertandingan.
Suporter Iraq makin gemas. Younis Mahmoud yang menjebol gawang Arab Saudi menit ke-71 mendapat sambutan sukacita suporter Iraq. Naif Muhammad, suporter Iraq dari Palestina, langsung memeluk Jawa Pos sambil menempelkan pipi kiri dan kanan. "Mabruk, mabruk (selamat-selamat)," bisiknya. Tak lama kemudian, Ahmed, suporter Iraq dari Baghdad, menimpali dengan ucapan "Iraq jayyidah (Iraq bagus)." Saat jeda babak pertama, kedua suporter yang ramah itu mengajak Jawa Pos menikmati hubs. Sambil ngobrol, kami bertiga menikmati roti tipis bundar khas Iraq seukuran piring jumbo tersebut. Roti yang dibawa Ahmed itu nyaris tak berasa. Namun, karena lapar, Jawa Pos tetap melahapnya. "Itung-itung menghormati sahabat baru," bisik Jawa Pos dalam hati.
Satu gol ternyata belum memuaskan suporter Iraq. Karena itu, mereka ganti meneriakkan yel-yel, "Hah hah, hassah yajii as-sanii (Ayo, ciptakan gol kedua)". Aksi suporter Iraq yang tak henti-henti berjingkrak-jingkrak dan meneriakkan yel-yel Iraq… Iraq… Iraq... mengundang simpati hampir seluruh penonton di Stadion GBK dan kemudian ikut meneriakkan yel yang sama.
Suporter Iraq yang menonton di GBK tadi malam hanya sekitar 500 orang. Tidak sebanding dengan pendukung Arab Saudi yang mencapai 20 ribuan orang. Namun, gemuruh teriakan mereka mampu menenggelamkan yel-yel suporter Saudi yang persis berada di atas tribun suporter Iraq. Mereka bukan hanya warga Iraq di Indonesia, tapi juga orang Iraq yang berada di Yaman, Australia, dan Malaysia. "Saya datang ke sini bersama 30 teman," kata Mohammed, warga Iraq yang bermukim di Yaman.
Kubu Saudi tak mau mencari kambing hitam atas kegagalan mereka di laga pemungkas itu. Helio dos Anjos mengatakan, anak asuhannya tak mampu mengembangkan permainan ataupun menampilkan kelebihan yang mereka miliki selama ini. " Iraq menutup kesempatan kami untuk mengembangkan permainan. Mereka pantas dan layak mendapatkan gelar juara ini," tutur Helio yang juga berasal dari Brazil. (ady/fim/udi)
Kembali
30.07.2007.