Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
Dulu First Lady, Kini Presiden
Christina Fernandes Menangi Pemilihan Presiden Argentina
BUENOS AIRES - Jawa Pos,Selasa, 30 Okt 2007,Pemilihan presiden langsung di Argentina pada Minggu (28/10) berpihak pada first lady Cristina Fernandez de Kirchner. Berdasar penghitungan suara yang mendekati komplet kemarin, dilaporkan bahwa istri Presiden Nestor Kirchner itu sukses mengungguli 13 kandidat lain.
Dengan perolehan sekitar 45 persen suara untuk Fernandez- hampir dua kali lipat saingan terkuatnya- dipastikan, tidak akan ada pemilihan presiden putaran kedua. "Kami berhasil menang telak," seru Fernandez kepada para pendukungnya dalam pidato singkat yang ditayangkan live stasiun TV nasional Argentina.
Hingga kemarin, sudah lebih dari 94 persen kertas suara yang dihitung. Dengan demikian, Fernandez dipastikan menduduki kursi presiden Argentina berikutnya, menggantikan sang suami. Kemenangan politikus perempuan 54 tahun tersebut sekaligus menandai lahirnya dinasti politik Kirchner di Argentina.
Meski kemenangan sudah di depan mata, Fernandez tetap harus menunggu hingga hasil penghitungan resmi diumumkan. Setelah dikonfirmasi, senator cantik itu akan resmi menggantikan takhta suaminya 10 Desember mendatang.
Sekali lagi, La Casa Rosada atau Pink House akan dihuni keluarga Kirchner. "Saya sangat berterima kasih kepada pria yang berada di samping saya hari ini, dan yang selama ini telah menjadi teman hidup saya," ucap Fernandez lantas mencium Kirchner yang mendampinginya kemarin (29/10).
Bersamaan dengan itu, Elisa Carrio, saingan terberat Fernandez, menerima kekalahannya. "Kami mengucapkan selamat (kepada Fernandez, Red) dan mengakui kemenangannya," papar mantan anggota parlemen tersebut kemarin.
Mengantongi sekitar 23 persen suara, Carrio harus puas menempati urutan kedua. Selisih perolehan suara yang cukup jauh telah menutup peluang Carrio untuk kembali bertarung dalam pemilihan presiden babak kedua.
Seandainya Fernandez gagal mengantongi hingga 40 persen suara atau selisih perolehan suaranya dengan Carrio tidak lebih dari 10 persen, Argentina terpaksa menyelenggarakan pemilihan presiden babak kedua.
Menyusul Carrio di urutan ketiga adalah Roberto Lavagna, kandidat kuat lainnya. Mantan Menteri Ekonomi yang dipecat Kirchner pada 28 November 2005 itu hanya berhasil meraup 17 persen suara. Sementara, sebelas kandidat yang lain memperoleh persentase suara yang jauh lebih sedikit.
Dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih, Fernandez mengatakan bahwa pengalaman dia sebagai politikus selama dua dekade terakhir masih belum seberapa dibandingkan dengan sepak terjang Kirchner sebagai presiden. Kali pertama menjabat pada 25 Mei 2003, Kirchner dihadapkan pada kekacauan ekonomi Argentina pascakrisis 2001.
Selama empat tahun menjabat, pria Patagonia tersebut sukses menumbuhkan perekonomian Argentina hingga 50 persen dan memangkas separuh angka pengangguran. "Kita telah berhasil membangun ulang negeri ini, memerangi kemiskinan, dan pengangguran serta serangkaian tragedi buruk yang melanda Argentina," papar Fernandez mengingatkan masyarakat pada jasa-jasa suaminya.
Dengan penuh semangat, pengacara kondang itu berjanji melakukan manuver senada untuk meningkatkan kehidupan rakyat Argentina. Apalagi, saat ini, situasi yang dia hadapi tak jauh berbeda dengan masa-masa awal Kirchner menjabat sebagai presiden. Yakni, angka inflasi yang cukup tinggi dan rendahnya investasi asing. (ap/afp/hep)
Kembali
30.10.2007.