Ilusa » Gempa Guncang Sumatera-Jawa

Berita Foto

Berita Baru:

REUNI PERAK IKA'84

pengeboran minyak

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)


Berita Lama:

Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya 15.12.2008.

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon 15.12.2008.

Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora 15.12.2008.

Gempa Guncang Sumatera-Jawa

Gempa Guncang Sumatera-Jawa

Kekuatan 7,9 SR Dekat Bengkulu, Banyak Daerah Terisolasi
BENGKULU - Jawa Pos, Kamis, 13 Sept 2007, Gempa dahsyat kembali mengguncang pantai barat Sumatera. Warga yang berada di sepanjang bibir pantai panik luar biasa. Mereka mengungsi ke dataran tinggi, khawatir muncul tsunami. Terutama yang berada di wilayah Provinsi Bengkulu, kawasan paling dekat dengan sumbu gempa.

Kekhawatiran akan tsunami sangat wajar. Satu di antara lima kali guncangan gempa itu berkekuatan 7,9 skala Richter (SR). Itu terjadi pukul 18.10 WIB. Pusat gempa berada di laut, 159 kilometer barat daya Bengkulu. Tepatnya pada koordinat 4,67 LS-101,13 BT pada kedalaman 10 kilometer. BMG sempat memberikan warning tsunami karena karakter gempa itu berpotensi muncul pasang laut. Untung, musibah tsunami yang pernah meluluhlantakkan Aceh tak muncul.

Lima provinsi mengalami guncangan dahsyat. Bengkulu yang paling parah. Di provinsi yang berada di bibir Lautan Hindia itu, sejumlah bangunan ambruk. Hingga tadi malam dilaporkan bahwa dua warga tewas akibat tertimpa reruntuhan. Dikhawatirkan, korban akan bertambah karena masih ada beberapa daerah yang putus komunikasi.

Selain Bengkulu, beberapa daerah, antara lain, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, berguncang hebat. Warga Jakarta juga merasakan guncangan hebat. Sejumlah warga yang berada di gedung bertingkat di ibu kota berusaha menyelamatkan diri. Getaran juga terasa hingga Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura.

Gempa tersebut sempat mencemaskan negara-negara yang berada di pantai Samudera India. The Pacific Tsunami Warning Centre (Pusat Peringatan Tsunami Pasifik) memberikan peringatan kepada negara-negara berada di kawasan atas kemungkinan terjadi tsunami.

Peringatan itu disampaikan ke pemerintah Indonesia, Sri Lanka, Malaysia, dan beberapa pulau-pulau kecil di Samudera India. Sekitar dua jam kemudian Indonesia mencabut peringatan tersebut. Meskipun, negara-negara lain tetap memberlakukan.

Survei Geologi AS bahkan menyatakan, gempa itu berkekuatan 8,2 SR. Sebuah berita menyebutkan, sempat terjadi tsunami kecil dengan ketinggian gelombang 1-3 meter menghantam pantai barat daya Sumatera. Namun, hingga tadi malam, belum ada yang memberikan konfirmasi karena komunikasi ke wilayah gempa sulit dilakukan.

Warga kota Bengkulu berhamburan saat gempa mengguncang. Dua warga yang tewas di kota itu adalah Febriyanto,13, asal Kelurahan Lempuing, dan Ny Bariah, 35, warga Jalan Semangka Panorama. Mereka meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumahnya. Selain mereka, 13 korban luka-luka dilarikan ke RSUD M. Yunus. Korban hingga kemarin dirawat tenda-tenda darurat di halaman RSUD M. Yunus.

Gempa terasa sekitar 10 detik. Pola ayunan gempa kali ini berbeda dengan gempa berkekuatan 7,3 SR pada 2000. Tahun ini ayunan gempa seperti gelombang sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah. Meskipun, kekuatan gempa kali ini jauh lebih besar. Sedangkan pada 2000, pola gempa seperti menarik sehingga banyak rumah yang roboh dan rusak parah. "Makanya, kerusakan akibat gempa kali ini tidak begitu parah seperti tahun 2000," ujar teknisi BMG Bengkulu Mon. Elfiansyah.

Warga kota yang panik langsung menuju ke titik pengungsian. Yakni, di eks STQ, yang dipadati sekitar 3.000 pengungsi. Akibatnya, lalu lintas di jalanan menuju kawasan tersebut macet total. Rata-rata pengungsi membawa kendaraan, perabot, dan lain-lain. Lokasi pengungsian yang lain adalah di Tahura.

Akibat gempa utama, warga di Kandang Limun dan Beringin Raya berlarian ke gedung rektorat Unib. Mereka panik ketika mendengar adanya isu air laut di Sungai Hitam dan Pantai Unib depan sudah naik. Warga pun berbondong-bondong menuju ke gedung rektorat Universitas Bengkulu yang tergolong tinggi.

Sejumlah bangunan di Bengkulu rusak. SMU ST Carolus rusak cukup parah. Delapan ruang kelas di sekolah yang berada di Jalan Kapuas Raya Lingkar Barat itu roboh.

Ruang kelas dan kantor kepala sekolah dipastikan tidak bisa digunakan. Sebab, atap gedung sekolah tersebut ambruk. Lantai dan dinding juga ambruk. Semua fasilitas belajar, mulai bangku, meja, hingga buku di ruangan belajar siswa itu juga ikut rusak.

Di Palembang juga terguncang hebat. "Saat gempa utama yang paling besar, di Palembang juga berguncang," ujar Kepala Stasiun BMG Palembang Drs Suyatim kepada koran ini kemarin. "Usai gempa utama juga terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih lemah daripada gempa utama 6-7 kali," tuturnya.

Pemantauan koran ini, warga di sejumlah daerah di Sumsel panik. Di Graha Pena, gedung Grup Sumatera Ekspres yang berlantai empat, terasa bergetar. Suara kaca dan lampu kristal membuat suasana semakin panik.

Guncangan gempa yang sangat kuat juga menyebabkan masyarakat Pagaralam berhamburan keluar rumah. Pos pengamatan Gunung Api Dempo merekam kekuatan gempa mencapai 4 SR.

Selamet, ketua pos pengamatan Gunung Api Dempo, kepada koran ini mengungkapkan, gempa sangat terasa, tapi bukan berasal dari aktivitas Gunung Dempo. Seismograf di kantornya terus merekam kegiatan gempa tektonik. "Hingga pukul 18.30 WIB, alat seismograf kami merekam aktivitas gempa yang sangat besar dan terasa ini," bebernya.

Berdasar pantauan tersebut, hingga pukul 21. 00, banyak warga khawatir terjadi gempa susulan. Mereka memilih tidur-tiduran di luar rumah.

Kepanikan juga dirasakan ratusan calon penumpang dan petugas Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sejumlah pesawat terpaksa menunda pendaratan. Misalnya, pesawat Adam Air yang sempat beberapa waktu lamanya berputar-putar di sekitar bandara menunggu kondisi normal kembali.

Meri, 24, salah seorang penjaga counter makanan di Bandara SMB II menceritakan, begitu ada gempa, para penumpang berhamburan meninggalkan terminal. "Bahkan, banyak pula di antara calon penumpang dan para penjaga counter wanita di bandara ini menangis sembari lari tunggang-langgang ke luar gedung," tutur Meri.

Salah seorang petugas informasi Bandara SMB II menampik bahwa ada pesawat yang berputar-putar di atas bandara saat gempa. "Yang ada, pesawat itu memang menunggu waktu pendaratan," ucap petugas tersebut.

Berpotensi Tsunami

Gempa yang terjadi di Bengkulu kemarin pagi bisa dirasakan getarannya hingga ke Medan, Sumatera Utara (Sumut). Menurut keterangan Albertus, staf Analisis Gempa dan Geofisika BMG Sumut, gempa tersebut sangat berpotensi tsunami.

Ketika diukur, kekuatannya hingga I-II modified mercalli intencity (MMI). "Kekuatan gempa sangat besar sehingga terasa hingga ke Medan maupun wilayah Sumut," kata Albertus.

Gempa tersebut sempat membuat panik masyarakat Medan. Mereka berhamburan ke luar rumah. Nita, salah satu warga yang tinggal di Jalan Makmur/Durung No 117, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, langsung lari keluar rumah saat merasakan getaran. "Sebelum gempa, saya tiduran di kamar. Begitu saya rasakan gempa, saya langsung lari ke luar rumah. Gempa sangat kuat karena rumah saya semipermanen," ujar Nita. (jpnn/bbc)

Kembali 13.09.2007.