Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
Indonesia Kembali ke Jalur
HINDARI TENDANGAN: Atlet Taekwondo Indonesia Amelia Kurniasih Palupi mehindari tendangan lawannya dari Thailand Prasopsuk Rapatkorn dalam final nomor kelas berat putri SEA Games XXIV di Universitas Vongchavalitkul, Nakhon Ratchashima, Rabu (12/12). Atlet asal Purwokerto ini menang dan meraih medali emas.(30)
NAKHON RATCHASIMA- Suara Merdeka, Kamis, 13 Desember 2007 Setelah tercecer hingga ke peringkat delapan dan tujuh pada enam hari pertama pelaksanaan SEA Games XXIV/ 2007 di Nakhon Ratchasima, peringkat Indonesia dalam perolehan medali mulai merangkak.
Hingga pungkasnya pertandingan hari ke-7, Rabu (12/11) pukul 22.00, tim Merah Putih berhasil menyodok ke peringkat empat besar, menyalip Filipina dan Singapura berkat tambahan 12 keping medali emas dari 67 emas yang diperebutkan sepanjang hari kemarin.
Capaian itu membuat Indonesia kembali ke jalur zona yang ditargetkan pada SEA Games 2007 ini, yakni masuk empat besar. Di ajang yang sama 2005 di Manila Merah Putih hanya menempati peringkat kelima.
Meski makin mendekati target, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) justru mengakui bahwa berat untuk bisa memenuhi target awal, yakni mengemas paling tidak 60 keping emas.
''Jika melihat distribusi medali sampai hari ini, rasanya berat bisa mendapatkan 60 emas. Tapi pada sisa medali yang diperebutkan, para atlet harus berusaha meraih yang terbaik. Kita harus optimistis,'' kata Ketua KONI dan KOI Rita Subowo saat memantau cabang angkat berat di auditorium Fakultas Ekonomi Keluarga Vocational College, Nakhon Ratchasima, kemarin.
''Nanti kami akan evaluasi semua hasil ini,'' lanjut Rita, yang belum genap setahun menjabat sebagai ketua KONI. SEA Games XXIV memperebutkan 462 medali emas (di luar 13 medali yang masuk kategori eksibisi) dari 43 cabang olahraga. Hingga tadi malam medali emas yang telah terdistribusikan mencapai 343 keping. Sebelum pesta olah raga negara-negara Asia Tenggara itu ditutup 15 Oktober nanti, masih ada 119 keping emas yang akan diperebutkan.
Tuan rumah Thailand yang telah mengantongi 119 emas, hampir pasti mengukuhkan diri sebagai juara. Berat bagi Vietnam yang masih mendapatkan 57 emas untuk menyalip, termasuk Malaysia di peringkat ketiga dengan 44 keping emas. Vietnam harus menyapu 70 emas lagi untuk bisa menyamai capaian Thailand, dan itu sangat berat melihat persaingan masih cukup ketat. Thailand masih terlalu perkasa bagi pesaingnya. Tiap hari tak pernah sepi emas. Negeri Gajah Putih selalu meraup medali emas terbanyak dalam distribusi tiap harinya.
Indonesia masih berpeluang menembus tiga besar, meski Malasyia dan Singapura enggan memberi jalan. Perolehan emas Kontingen Merah Putih kini terpaut satu dari Singapura yang setingkat lebih tinggi. Negara pulau itu mengumpulkan 38 keping emas, sedangkan Indonesia 37.
Tambahan 12 emas kemarin terbanyak dari cabang pencak silat dengan empat keping. Keempatnya dipersembahkan Dian Kristanto, Simbar Pengky, Rony Syaifullah, serta Ni Nyoman Supartini. Cabang lainnya yang turut menambah pundi adalah panahan, kano, karate, taekwondo, balap perahu tradisional, angkat berat, dan balap sepeda.
Dua atlet Jateng kembali mempersembahkan emas, masing-masing Rony Syaifullah (pencak silat) dan Amalia Kurniasih Palupi (taekwondo putri di atas 72 kg). Sementara Uyun Muzizah (balap sepeda) menjadi penyumbang emas terbanyak, tiga keping.
Dia memberi emas untuk Indonesia kali ketiga dari nomor individual sprint putri. Dua emas sebelumnya diraih dari nomor beregu putri dan individual trial time. Pembalap kelahiran Tuban itu berhak atas bonus dari Menpora Adyaksa Dault sebesar Rp 600 juta. (*-40)
Kembali
13.12.2007.