Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
Indonesia juarai dua nomor ganda
BBCIndonesia.com Indonesia merebut dua gelar di kejuaraan dunia bulutangkis yang baru saja berakhir di Kuala Lumpur.
Gelar pertama direbut oleh ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir yang mengalahkan pasangan Cina, Zheng Bo/Gao Ling, 21-16, 21-14.
Gelar kedua diraih oleh ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang mematahkan perlawanan pasangan Korea Selatan, Jung Jaesung/Lee Yongdae, 21-19, 21-19.
Indonesia hampir saja merebut tiga gelar, namun di tunggal putra Sony Dwi Kuncoro harus mengakui keunggulan pemain Cina, Lin Dan, 11-21, 20-22.
Selain Indonesia, hanya Cina yang merebut gelar lainnya, yaitu tunggal putri dan ganda putri.
Nova Widianto/Lilyana Natsir mengalahkan unggulan pertama dari Cina, Zheng Bo/Gao Ling, 21-16, 21-14.
Ganda campuran
Di ganda campuran, pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir mencatat sebagai pemain Indonesia pertama yang menjadi juara dunia dua kali, dengan pasangan yang sama.
Sebelumnya mereka menjadi juara di Annaheim, California di tahun 2005.
Menurut Nova, menjadi juara yang pertama lebih sulit dibandingkan yang sekarang.
Menurut Nova, menjadi juara yang pertama lebih sulit dibandingkan yang sekarang.
"Ketika menjelang final yang pertama, malamnya tangan saya dingin sekali. Kali ini tidak. Karena kami tahu bahwa beban akan lebih berada di pasangan Cina, terutama Zheng Bo, karena dia belum pernah menjadi juara, sedangkan Gao Ling sudah sering menjadi juara," kata Nova kepada wartawan BBC Sastra Wijaya di arena pertandingan.
Dalam strategi permainan mereka, Nova/Lilyana juga banyak mengincar posisi Zheng Bo.
"Kita tahu Gao Ling bagus dan konsisten, jadi kita mengarahkan serangan ke Zheng Bo, dan hari ini dia banyak membuat kesalahan." tambah Nova.
Kado Agustus
Nova/Lilyana juga menjadi satu-satunya pasangan yang pernah mengalahkan pasangan Cina tersebut.
"Secara kelas, kita masih berada di bawah pasangan Cina tersebut. Jadi kita bermain tanpa beban, dan itu membuat kita memang. Saya bangga sekali," kata Lilyana yang biasa dipanggil dengan nama Utet ini.
Kedua pemain juga mengatakan kemenangan tersebut merupakan kado bagi kemerdekaan Indonesia ke-62, 17 Agustus lalu.
Rekor menjadi juara dua kali sebagai juara dunia pernah dicapai oleh pemain ganda putra Ricky Subagja.
Namun Ricky melakukannya dengan pasangan berbeda, di tahun 1993 bersama Rudy Gunawan di Birmingham, dan dua tahun kemudian di tahun 1995 menjadi juara di Lausanne (Swiss) bersama Rexy Mainaky.
Menerima tantangan
Di tunggal putri muncul juara dunia baru, walau masih berasal dari Cina. Kali ini adalah Zhu Lin unggulan kelima yang mengalahkan pemain Cina Wang Chen, dengan mudah 21-8, 21-12. Dengan demikian di nomor tunggal putri, Cina mendominasi sejak tahun 2001.
Di ganda putra kemenangan Markis Kido/Hendra Setiawan menjadikan mereka sekarang andalan Indonesia untuk berprestasi baik di Olimpiade Beijing tahun depan.
Dan Hendra Setiawan mengatakan mereka siap menerima tantangan tersebut. "Kami sudah membuktikan bahwa beban yang diberikan kepada kami untuk menjadi juara.," kata pemain asal Pemalang ini.
Markis/Hendra menjadi pemain Indonesia yang menjadi juara dalam 10 tahun terakhir. Yang terakhir adalah Candra Wijaya dan Sigit Budiarto di tahun 1997.
Lebih baik
Di tunggal putra, Lin Dan mempertahankan gelar juara dunia yang direbutnya tahun lalu di Madrid, Spanyol.
Dalam pertandingan final, Lin Dan menang 21-11, 22-20 atas Sony Dwi Kuncoro. Lin Dan yang juga unggulan pertama memang tampak lebih baik.
Di set pertama, Sony sama sekali tidak mampu meladeni permainan konsisten Lin Dan.
Di set kedua, pun pada awalnya Sony terus kewalahan, dan sempat tertinggal 5-11, namun pemain asal Surabaya kemudian baru bermain agak lepas, dan menandingi Lin Dan.
Sony kemudian menyamakan kedudukan 14-14, dan dari situ pertarungan berlangsung ketat saling menyusul, namun Lin Dan akhirnya sekali lagi membuktikan bahwa dia adalah pemain dunia terbaik saat ini.
"Dia memang bermain lebih baik, lebih cepat dibandingkan saya. Saya sudah berusaha keras untuk mematikan bola-bola dia tapi tidak juga berhasil,"kata Sony.
Hasil pertandingan lain adalah di ganda putri, pasangan Cina Yang Wei/Zhang Jiewen merebut gelar juara dunia yang kedua kali setelah di tahun 2005, dengan mengalahkan rekan senegara Gao Ling/Huang Shui, 21-16, 21-19.
Dan berikut rangkuman hasil pertandingan final kejuaraan dunia bulutangkis di Subang, Malaysia.
Tunggal putra: Sony Dwi Kuncoro (Indonesia)-Lin Dan (China), 21-11, 22-20.
Tunggal putri: Zhu Lin (China)-Wang Chen (Hongkong), 21-8, 21-12
Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)-Jung Jaesung/Lee Yongdae (Korsel), 21-19, 21-19.
Ganda putri: Yang Wei/Zhang Jiewen (China)- Gao Ling/Huang Shui (China,)
Ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir (Indonesia)-Zheng Bo/Gao Ling. 21-16, 21-14.
Kembali
19.08.2007.
Masukkan Komentar