Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
KA Terguling, Diduga Sabotase Potong Rel
JAKARTA -Jawa Pos Selasa, 14 Agt 2007, Dugaan adanya unsur kesengajaan mengarah ke aksi sabotase menyeruak dalam peristiwa tergulingnya KA Gumarang di Dusun Kramat, Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Minggu malam (12/8). Kesengajaan itu terlihat dari ditemukannya potongan rel sepanjang 5,4 meter di sebelah kiri KA Gumarang yang terguling tersebut.
Kahumas PT KA Daerah Operasi (Daops) IV Semarang Warsono mengatakan, anjloknya KA Gumarang Minggu (12/8) malam diduga akibat sabotase. Dugaan itu muncul setelah ditemukannya rel sepanjang 5,4 meter yang dipotong dan menyebabkan KA Gumarang terguling. "Itu menunjukkan pelaku tidak butuh besi rel itu, namun rel sengaja dipotong agar ada KA yang terguling," ujarnya kemarin.
Dugaan tersebut senada dengan pernyataan Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Soemino Ekosaputro yang mengunjungi lokasi kecelakaan kemarin. Dia mengatakan, peristiwa tergulingnya KA Gumarang dari arah Surabaya ke Stasiun Semarang Tawang di kilometer 27+9, sepertinya dilakukan oleh orang yang mengerti soal kereta api. "Baut dan sambungan rel dilepas dan tampaknya sengaja dibawa pelaku. Artinya, pelaku membiarkan rel itu tetap di posisinya tanpa direkat apa pun. Ketika KA melintas, rel yang sudah dipotong itu pasti bergerak dan terpental ketika roda pertama KA melintas," jelasnya.
Soemino mengaku, PT KA telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Tengah terkait kecelakaan tersebut. Bahkan, melalui Men BUMN Sofyan Djalil, PT KA juga melayangkan surat kepada Kapolri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengusut kasus tersebut karena sudah sering terjadi.
KA Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta terguling di km 27 + 4/5 Stasiun Gubug antara Gubug dan Tegowanu, Minggu (12/8) sekitar pukul 22.10 WIB. Kecelakaan itu mengakibatkan tiga gerbong anjlok, termasuk loko. Dua di antaranya terguling.
Tidak ada korban jiwa dan kecelakaan yang disebabkan terpotongnya rel itu. Namun, tujuh penumpang menderita luka-luka dan ratusan penumpang KA yang berjumlah 600 orang itu trauma. Dari tujuh korban yang luka, lima orang dilarikan ke Semarang, sedangkan dua orang dirawat di RSU Gubug.
Meski indikasi sabotase cukup kuat, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal belum berani mengatakan ada sabotase di balik hilangnya rel kereta api tersebut.
Menurut Jusman, pihaknya sudah bertemu aparat kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kecelakaan KA Gumarang. "Bukan, masih belum bisa dikatakan sabotase. Tapi, memang ada orang yang menggergaji rel sepanjang lima meter," kata Jusman usai rapat di Istana Negara kemarin.
Jusman mengungkapkan, dirinya juga heran karena potongan rel yang digergaji dibuang begitu saja oleh pelakunya. "Kami minta polisi menelusuri. Tiga kali kecelakaan kereta api karena pencurian rel oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, tendensi ke arah sabotase memang ada" katanya.
Jusman mengaku telah meminta aparat mendalami dan mencari pelakunya. "Kalau bisa, polisi juga membongkar jaringannya," tambah Jusman.
Soal indikasi adanya keterlibatan orang di lingkungan PT KA, dia mengaku belum bisa menyimpulkan. Saat ini, kata Jusman, sudah ada tim investigasi yang bertugas menyelidiki segala kemungkinan, termasuk keterlibatan orang dalam.(dha/tom/jpnn)
Kembali
14.08.2007.