Berita Foto
Berita Baru:
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)
Berita Lama:
Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya
15.12.2008.
Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon
15.12.2008.
Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora
15.12.2008.
Kelud Masuki Fase Letusan
Petugas Pemantau Selamatkan Diri, Dentuman Mulai Terdengar
BLITAR - Jawa Pos, Minggu, 04 Nov 2007, Sepanjang hari kemarin (3/11), warga yang tinggal di lereng Gunung Kelud, baik yang di belahan Kabupaten Blitar maupun di wilayah Kediri, dilanda kepanikan luar biasa. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di posko pemantau terdekat, sekitar 7 kilometer dari kawah gunung, menyatakan situasi kritis dalam fase letusan.
Tim pemantau bergegas menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan pos pengamat Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, pukul 14.00 mengendarai mobil berkecepatan tinggi.
Saking paniknya, mereka sampai lupa menyalakan sirene tanda bahaya bahwa Kelud sudah meletus. "Tidak sempat (membunyikan). Kami harus mengutamakan keselamatan jiwa," ujar Ketua Tim Tanggap Darurat Aktivitas Gunung Kelud Umar Rosadi yang ditemui Radar Kediri (Grup Jawa Pos) setelah sampai di Mapolsek Ngancar.
Kondisi Kelud kemarin memang masuk fase tergawat. Kekuatan gempa tremor yang muncul sejak Jumat lalu semakin besar dan terjadi terus-menerus. Sekitar pukul 16.00, amplitudonya mencapai 36 milimeter dan tidak beraturan. "Itu sudah overscale (melebihi skala). Itu tanda-tanda meletus," jelas Umar.
Dia mengungkapkan, gempa tremor yang terus-menerus terjadi sejak Jumat pukul 11.07 sempat berhenti pukul 04.38 kemarin. Setelah itu, hingga pukul 12.00, terekam gempa vulkanik dangkal 197 kali. Juga, muncul tujuh kali gempa tremor.
Lalu, pukul 12.58, kembali terjadi gempa tremor terus-menerus sampai pukul 16.00 dengan kekuatan besar. "Alat kami sudah menunjukkan fase letusan. Cuma, secara visual, gunung tidak bisa kita lihat," kata Ketua PVMBG Surono yang sempat dicegat wartawan di pos penjagaan pintu masuk Perkebunan Margomulyo.
Dia juga terlihat panik. Usai memberikan pernyataan singkat, Surono bergegas kembali ke mobilnya. Tangannya bergerak-gerak menunjukkan isyarat agar semua turun. Isyarat itu juga disampaikan kepada setiap warga yang dijumpai di jalan. Warga yang berada di Ring I, radius 10 kilometer, diharuskan mengungsi.
Sementara itu, Umar Rosadi terus memantau seismograf lewat handy talkie (HT) yang terus mengeluarkan suara uinggg… Suara itu menunjukkan bahwa sinyal seismograf yang terpasang di kawah masih baik.
Namun, setelah dua jam menunggu, ternyata letusan besar tidak juga terjadi. "Mungkin yang terjadi adalah semburan air dari dalam kawah. Bisa juga letusan kecil atau letusan freatik hanya di sekitar kawah," terang Umar.
Pukul 19.00, tim akhirnya memutuskan kembali ke pos pengamat. "Tremor mulai menurun," tuturnya. Meski demikian, hingga tadi malam suhu air kawah terus melonjak. Angkanya mencapai 52,9 derajat Celsius.
Suhu 52,9 derajat Celsius itu adalah suhu tertinggi akhir-akhir ini. Sehari sebelumnya mencapai 43,5 derajat Celsius. Sedangkan saat meletus pada 1990, suhunya 58 derajat Celsius. Dalam keadaan normal, suhu kawah 30 derajat Celsius.
Situasi di lereng Kelud kemarin benar-benar panik. Terutama warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, yang berada pada posisi paling dekat. Kepanikan itu dipicu mengungsinya petugas pemantau, disusul pengumuman agar warga mengungsi secepatnya. "Kelud gawat… Mohon semuanya mengungsi," ucap salah satu petugas kepada warga.
Ratusan warga, khususnya orang tua, anak-anak, dan wanita lalu dinaikkan ke truk dan kendaraan lain yang sudah menunggu di sepanjang titik kumpul.
Begitu juga Mbah Ronggo, juru kunci Gunung Kelud, langsung mengevakuasi anak dan istrinya. Mbah Ronggo sendiri memilih tetap di dalam rumahnya. Dia kembali menegaskan bahwa Kelud tidak akan meletus. Beberapa warga lain, khususnya pria, mengambil sikap sama. Sebagian justru memilih di pinggir jalan dan memperhatikan Gunung Kelud. "Kalau sudah gempa, terus duorr, kita baru mengungsi," tambahnya. Beberapa warga lain naik tempat tinggi seperti atap masjid untuk melihat letusan secara jelas.
Kondisi Desa Sugihwaras yang berada sekitar 8 kilometer dari kawah Kelud terasa mencekam. Banyak warga yang mematikan listrik rumahnya. Warga juga rata-rata telah menyiapkan masker.
Kepolisian juga berjaga-jaga dengan ketat di depan pintu masuk kawasan wisata Gunung Kelud. Seluruh warga dan wartawan di minta turun ke Balai Desa Sugihwaras.
Situasi Blitar selengkapnya....
Kembali
04.11.2007.