Ilusa » MUI: Perbedaan Menjadi Perekat Umat

Berita Foto

Berita Baru:

REUNI PERAK IKA'84

pengeboran minyak

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)


Berita Lama:

Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya 15.12.2008.

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon 15.12.2008.

Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora 15.12.2008.

MUI: Perbedaan Menjadi Perekat Umat

MUI: Perbedaan Menjadi Perekat Umat

Sidang Isbat Idul Fitri Hari Ini
JAKARTA - Jawa Pos, Kamis, 11 Okt 2007, Perbedaan perayaan Idul Fitri bakal kembali terjadi tahun ini. Majelis Ulama Indonesia berpesan agar perbedaan dalam merayakan hari kemenangan itu tidak memecah ukhuwah Islamiyah. Sebaliknya, menjadi perekat kukuh persaudaraan umat.

"Perlu dikembangkan sikap tasamuh (toleran) dengan tidak saling menyalahkan satu sama lain," jelas Sekretaris MUI Ichwan Sam di Kantor Pusat MUI kemarin. Ketua MUI KH Ma’ruf Amin ikut dalam jumpa pers tersebut.

MUI juga mengimbau para khatib salat Id lebih mengembangkan pesan-pesan peningkatan ketakwaan, kerukunan, persatuan, serta kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Umat Islam, katanya, harus bersungguh-sungguh membangun dan mengembangkan taswiyatul manhaj (penyamaan kerangka berpikir) dan tansiqul haraqah (koordinasi gerakan dan aktivitas). "Keduanya merupakan simpul ikhtiar bersama untuk memantapkan ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah (kebangsaan, Red) kita semua," kata Ichwan.

Menurut dia, MUI dan pemerintah, lewat Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Depag, petang ini melaksanakan sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1428. "Masyarakat seyogianya menunggu ketetapan sidang isbat yang merupakan kesepakatan bersama umat (Islam) dan pemerintah," ujar dia.

Walaupun sidang belum diselenggarakan, sangat mungkin ada perbedaan perayaan Idul Fitri. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah jauh-jauh hari menetapkan 1 Syawal jatuh pada 12 Oktober. Ini didasarkan pada maklumat No: 03/MLM/I.O/2007 tentang penetapan 1 Syawal 1428 Hijriah. Rujukannya hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sementara, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) masih menunggu hasil pengamatan hilal pada hari ini. Meski demikian, salah satu ormas Islam terbesar ini bakal menyerahkan pengambilan keputusan kepada sidang isbat jika terjadi perbedaan penentuan 1 Syawal.

Pengurus Pusat (PP) Al-Irsyad Al-Islamiyah mengumumkan 1 Syawal jatuh pada 13 Oktober. Keputusan ahli ilmu falak (astronomi) Arab Saudi menyebutkan, 1 Syawal jatuh pada 13 Oktober.

PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah kemarin juga mengeluarkan taushiyah terkait perayaan Idul Fitri 1428 Hijriah. Pesan yang diteken Ketua Umum Din Syamsuddin itu mengajak seluruh umat untuk saling menghormati dan mengembangkan toleransi atas perbedaan.

Selain itu, PP Muhammadiyah meminta pemerintah pusat dan daerah agar bersikap adil dan memberikan keluasan kepada umat Islam yang berbeda dalam menjalankan Idul Fitri.


Pemudik Membeludak di Gilimanuk

Penyeberangan dari Gilimanuk, Bali, menuju ke Ketapang, Banyuwangi, kemarin (10/10) diwarnai antrean panjang hingga dua kilometer. Yang terlihat cukup panjang antreannya adalah pemudik bersepeda motor.

Berdasar pantauan Radar Bali (Grup Jawa Pos), aliran kendaraan bermotor seperti tak putus-putusnya datang ke Pelabuhan Gilimanuk sejak Selasa pukul 21.00. Menjelang tengah malam, antrean mulai meluber ke jalan raya menuju pelabuhan. Ledakan pemudik tersebut kontan membuat aparat kepolisian dan petugas penyeberangan sangat sibuk. Itu terjadi hingga kemarin sore.(agm/nom/jpnn)

Kembali 11.10.2007.