Ilusa » Slank-KPK Makin Mesra

Berita Foto

Berita Baru:

REUNI PERAK IKA'84

pengeboran minyak

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon (2)


Berita Lama:

Wayang Krucil di Kediaman Pramoedya 15.12.2008.

Baksos Ilusa Jogja: Menanam Bibit Pohon 15.12.2008.

Ilusa Jogja Beraudiensi dengan Bupati mBlora 15.12.2008.

Slank-KPK Makin Mesra

Slank-KPK Makin Mesra

KUNJUNGAN BALASAN: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Antasari Azhar berkunjung ke markas Grup Band Slank di Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (16/4). Kunjungan Ketua KPK ini merupakan kunjungan balasan dari Grup Slank ke KPK.(30)

Suara Merdeka, 17 April 2008

SEPERTI ikan dan air. Begitulah ungkapan yang dilontarkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyebutkan hubungannya dengan grup band papan atas Slank. ”Tidak terpisahkan,” kata Antasari saat mengadakan kunjungan ke markas Slank, di Gang Potlot, Rabu (16/4).

Kemesraan yang berlanjut. Seolah membalas kunjungan Slank ke Gedung KPK beberapa waktu, Antasari bersedia bertandang ke Markas Slank. Tidak hanya itu, komisi itu memberi piagam penghargaan kepada grup band papan atas itu. Piagam itu merupakan bentuk apresiasi KPK kepada Slank.

Tidak dapat dibantah, Slank dan KPK beberapa minggu belakangan menjadi pusat pemberitaan media massa, cetak maupun elektronik. Slank mulai menjadi sorotan, terutama kiprahnya dalam upaya pemberantasan korupsi saat memenuhi undangan KPK dan menjadi duta antikorupsi.

Saat itu, Senin (23/3) Slank dalam konser mininya, menembangkan lima lagu. Salah satunya ’’Gosip Jalanan’’ yang kemudian membuat telinga sebagian anggota DPR memerah. Bahkan, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) Gayus Lumbuun mengancam untuk menggugat grup Slank karena dinilai merendahkan martabat anggota DPR.

Tudingan Gayus justru mengundang kontroversi. DPR dinilai berlebihan menanggapi lagu ’’Gosip Jalanan’’. Sebaliknya, dukungan terus mengalir kepada Slank. Apalagi, sehari setelah ancaman untuk menggugat Slank, anggota DPR Al Amin Nur Nasution tertangkap tangan oleh KPK karena dugaan menerima suap. Lagu yang dicerca oleh DPR itu seolah menjadi jawaban.

Band yang digawangi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee Negara (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bass) kembali mendapat dukungan. Kali ini langsung dari Ketua KPK Antasari Azhar.
Selengkapnya.....

Kembali 17.04.2008.