Berita Seputar Blora
Berita Baru:
Pemikiran DR.Ir.Hj.Kesi Widjajanti MM untuk Blora
YUDHI SANCOYO: ADA KETIDAKADILAN PEMBAGIAN HASIL BLOK CEPU
Berita Lama:
Blora tertinggal dari daerah lain
15.08.2010.
LAKSAMANA TNI (PURN) SOEDOMO YANG SAYA KENAL
12.08.2010.
Pejabat Blora Baru
10.08.2010.
Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/ilusa/public_html/snews/snews.php on line 1277
Blora tertinggal dari daerah lain
WAWASAN DIGITAL 12 Agustus 2010 - Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo mengaku prihatin dengan kondisi Kabupaten Blora yang masih tertinggal dengan daerah lain. Lebih prihatin lagi, nilai APBD hampir Rp 1 triliun itu, hanya Rp 56,4 miliar yang berasal dari hasil pendapatan daerah sendiri.
Menilik pendapatan asli daerah (PAD) yang hanya Rp 56,4 miliar itu, menurut Gubernur Jateng, dapat ditarik kesimpulan kalau Blora sampai saat ini sangat bergantung dari gelontoron dana pusat. ”Otonomi daerah itu bukan tujuan, tapi sebagai sarana saja. Maka jangan salah kaprah mengartikan otonomisasi,” tandasnya.
Jadi tambahnya, kalau bergantung pada anggaran pusat, kalau bupati diundang rapat gubernur jangan sampai tidak hadir, jangan mewakilkan karena hukumnya wajib. Demikian juga kalau ada masalah di daerah, karena gubernur itu kepanjangan tangan presiden. Gubernur Bibit Waluyo menyapaikan hal itu ketika melantik Bupati Blora 2010- 2015, Djoko Nugroho-H Abu Nafi di Aula gedung DPRD setempat, Rabu (11/8) sore.
Hadir, sejumlah anggota DPRDPD RI, anggota DPRD Jateng, bupati/dandim tetangga, para mantan Bupati Blora dan sekitar 1.000 undangan lainnya. Gubernur mengatakan, Blora dan sekitarnya kondisi cuacanya berbeda dengan daerah lain. Musim hujan selalu datang paling akhir, namun kemarau justru datang paling cepat.
Perhatian khusus
Soal keprihatinan pada Blora, membuat orang nomor satu di Jateng ini memberikan perhatian khusus pada kabupaten ini, setidaknya sudah 10 kali gubernur datang ke Blora, memberi motivasi warga masyarakat agar semangat tinggi dalam menjalani pekerjaannya.
Diakuinya, warga Blora terkenal sangat ulet, rajin dan temen. Sebab meski kritis air di saat musim kering, petaninya tetap bersemangat, kreatif dan kerja keras untuk meningkatkan hasil pertanian. Melihat petani yang rajin, gubernur langsung bersimpati dan membantu sumur lapang 1.500 titik.
Terhadap bupati dan wakil bupati baru, dia berpesan agar seorang pimpinan banyak turun lapangan, bisa ngemong, bersahabat dan membibing warga masyarakatnya secara baik. Demi Blora lebih baik lagi, Gubernur minta agar legislatif, yudikatif, stakeholder, pengusaha dan elemen masyarakat bersatu padu membangun Blora. K.9-H
Edit Berita [ Edit Berita
] 
Kembali
15.08.2010.