Suasana kirab budaya itu awalnya berjalan tertib, namun tiba-tiba saja berubah menjadi ricuh saat dua gunungan yang biasa disebut gunungan lanang dan gunungan wadon tiba di depan gedung DPRD Blora.
Warga yang sudah lama menunggu, langsung merangsek berebut isi dua gunungan yang di bawa sejumlah orang yang berpakaian prajurit itu.
Meski telah dilerai oleh aparat, warga tetap memaksa masuk ke arena kirab budaya. Aparat terpaksa keamananan pun terpaksa mengamankan anak-anak yang terjebak dalam kerumunan massa
Banyak sekitar percaya bahwa jika mendapatkan sayuran atau buah dari gunungan lanang wadon dengan cara berebut, nantinya mereka akan mendapatkan berkah.
"Kirab budaya ini sendiri selalu ditunggu-tunggu masyarakat, karena masyarakat dapat melihat berbagai kesenian yang ada di blora," kata Sukimin, masyarakat setempat.
Berbagai kesenian yang ditampilkan di antaranya, puna kawan (lawak Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong) dan Barong Blora. Penampilan berbagai kesenian ini diharapkan dapat memberi stimulus kepada masyarakat yang kini telah lupa akan budayanya sendiri.
13.01.2010.