Warning: include(../login.inc) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/ilusa/public_html/snews/snews.php on line 3

Warning: include(../login.inc) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/ilusa/public_html/snews/snews.php on line 3

Warning: include() [function.include]: Failed opening '../login.inc' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/ilusa/public_html/snews/snews.php on line 3
ILUSA :: Berita Seputar BloraIlusa » MERDEKA DI BULAN PUASA

Berita Seputar Blora

Berita Baru:

Pemikiran DR.Ir.Hj.Kesi Widjajanti MM untuk Blora

YUDHI SANCOYO: ADA KETIDAKADILAN PEMBAGIAN HASIL BLOK CEPU

Ahli ITB Siap Bantu Kejari


Berita Lama:

Blora tertinggal dari daerah lain 15.08.2010.

LAKSAMANA TNI (PURN) SOEDOMO YANG SAYA KENAL 12.08.2010.

Pejabat Blora Baru 10.08.2010.


Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/ilusa/public_html/snews/snews.php on line 1277

MERDEKA DI BULAN PUASA

Oleh Dasman Djamaluddin (http://dasmandj.blogspot.com/)

TAHUN ini hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 2010 jatuh di bulan puasa. Sama halnya ketika teks proklamasi dirumuskan di rumah Maeda (Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang yang mengizinkan rumahnya dipakai sebagai tempat pertemuan para tokoh nasional untuk merumuskan naskah proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya, 17 Agustus 1945 yang sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl.Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat), juga bertepatan dengan bulan puasa.

Untuk menggambarkan suasana malam perumusan itu, saya kembali mengutip buku B.M.Diah yang saya tulis (Butir-Butir Padi B.M.Diah,Pustaka Merdeka, 1992, hal.57) :

"Kalau boleh saya katakan udara fajar di luar rumah kediaman Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang itu sangat cerah. Langit merona agak keputihan. Udara terang karena langit ditabur bintang. Dan orang yang berpuasa masih boleh makan sahur.

Bung Hatta yang berada di tempat naskah proklamasi dibuat telah memesan makanan untuk sahur. Hari itu kaum Muslimin sedang berada dalam waktu puasa yang telah berjalan beberapa hari. ..Walaupun negara dan daerah itu milik nenek moyang bangsa Indonesia, namun sebagai bangsa terjajah dan ketika itu dikuasai oleh bangsa Jepang, kita tidak mempunyai tempat yang bebas untuk suatu tindakan politik dan sosial. Lebih-lebih terasa kelemahan kita, karena saat itu kita sebagai bangsa akan menentukan nasib sendiri untuk seribu tahun mendatang, bahkan bisa abadi. Daerah kita itu orang asing yang menguasai. Kita tidak berhak untuk berkumpul dan bermusyawarah di mana saja kita kehendaki. Kita tidak merdeka. Kita tidak memiliki sesuatu kekuasaan. Rumah yang didiaminya suatu daerah extra territorial (satu daerah bebas yang berdiri sendiri), bagi kami untuk melaksanakan suatu tindakan sejarah, ketika bangsa Indonesia harus menentukan sendiri hari depannya."

Apa pesan yang ingin saya sampaikan dengan mengutip buku yang saya tulis itu? Tiada lain pada tanggal 17 Agustus 2010 ini, yang juga bertepatan dengan bulan puasa, kita berdoa bersama agar bangsa ini tetap merdeka. Jangan hendaknya mau dijajah lagi.Betapa perihnya hidup sebagai bangsa yang dijajah. Kita harus berterimakasih kepada para pendiri negara ini, yang pada bulan puasa bekerja keras merumuskan suatu naskah yang mengawali kemerdekaan kita. Bangsa ini tidak boleh mundur ke belakang. Hendaknya terus maju ke depan untuk bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Juga mengingatkan kita, bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari rasa sayang Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, karena banyak di antara bangsa kita di bulan puasa itu berdoa di berbagai penjuru Masjid agar bangsa ini bisa melepaskan diri dari apa yang dinamakan penjajahan. Saya ingin mengatakan, "Tangan-tangan" Tuhan ikut serta di malam 17 Agustus 1945 itu. Oleh karena itu marilah semua bangsa meluruskan niatnya kembali pada 17 Agustus 2010 ini agar bangsa ini terhindar dari petaka, dan kemurkaan Tuhan. Jangan jadikan bangsa ini seperti Yugoslavia, Irak dan Afghanistan.

Edit Berita [ Edit Berita | ] || Kembali 03.08.2010.